Swap atau yang biasa disebut virtual RAM merupakan ruang pada disk yang digunakan untuk menyimpan data sementara ketika memori fisik (RAM) penuh.
Dengan adanya swap, sistem dapat tetap berjalan stabil dan terhindar dari hang atau freeze ketika penggunaan RAM meningkat tajam tanpa disadari.
Disarankan untuk membuat swap minimal 1GB–2GB, tergantung kapasitas RAM dan kebutuhan sistem.
1. Membuat Image Disk untuk Swap #
Gunakan perintah berikut untuk membuat file berukuran 2GB sebagai media swap:
dd if=/dev/zero of=/usr/swapDSK bs=1M count=2000
2. Mengatur Izin Akses (Permission) #
Agar file swap hanya dapat diakses oleh root, jalankan:
chmod 600 /usr/swapDSK
3. Memformat File Swap #
Format file tersebut agar dapat digunakan sebagai swap:
mkswap /usr/swapDSK
4. Mengaktifkan Swap #
Aktifkan swap dengan perintah:
swapon /usr/swapDSK
5. Memeriksa Status Swap #
Untuk memastikan swap sudah aktif, gunakan:
swapon -s
atau:
free -h
6. Mengaktifkan Swap Otomatis saat Boot #
Agar swap aktif setiap kali sistem melakukan booting, tambahkan entri berikut ke file /etc/fstab:
echo "/usr/swapDSK swap swap sw 0 0" >> /etc/fstab
Selain itu, Anda juga dapat menyesuaikan parameter sistem agar performa lebih optimal:
echo "fs.file-max = 65535" >> /etc/sysctl.conf
echo "vm.swappiness = 10" >> /etc/sysctl.conf
sysctl -p