Site24x7 adalah layanan monitoring yang digunakan untuk memantau ketersediaan (availability) dan performa website, server, cloud, jaringan, aplikasi, dan komponen lainnya secara real-time.
Fitur server monitoring membantu administrator mendeteksi masalah kinerja server maupun downtime lebih awal. Site24x7 juga dapat diintegrasikan dengan berbagai plugin monitor seperti MySQL, Apache, Nginx, Redis, dan lain-lain.
Add Linux Monitor #
-
Login ke Site24x7, lalu pilih:
Server > Server Monitor > Servers (+) > Linux, atauAdmin > Inventory > Add Monitor > Linux Server Monitoring
-
Setelah memilih Linux Server Monitoring, akan muncul perintah (command) beserta device key untuk instalasi agent.
-
Salin perintah tersebut dan jalankan pada server Linux yang akan dimonitor:
wget https://staticdownloads.site24x7.com/server/Site24x7InstallScript.sh bash Site24x7InstallScript.sh -i -key=<device key> -automation=true -
Tunggu hingga proses instalasi selesai, kemudian restart agent Linux:
systemctl restart site24x7monagent.service -
Jika service berjalan dengan normal, server monitor akan muncul pada dashboard Site24x7.
Uninstall Linux Agent #
Untuk menghapus agent Site24x7 dari server Linux, jalankan perintah berikut:
sudo /opt/site24x7/monagent/bin/uninstall
Install Linux Agent saat Meluncurkan Instance Amazon EC2 #
-
Unduh file InstallSite24x7LinuxAgent.sh dari: https://staticdownloads.site24x7.com/server/InstallSite24x7LinuxAgent.sh
-
Edit file tersebut dan sesuaikan nilai DEVICE_KEY dengan key yang tersedia pada dashboard Site24x7.
-
Jalankan perintah berikut untuk membuat instance EC2:
aws ec2 run-instances \ --image-id ami-0abcdef1234567890 \ --instance-type t2.micro \ --key-name mykey \ --user-data file://InstallSite24x7LinuxAgent.sh -
Tunggu hingga instance dapat diakses melalui SSH, lalu periksa kembali dashboard Site24x7 untuk memastikan server telah terdaftar.
Plugin Integrations #
Pada bagian ini akan dilakukan instalasi plugin MySQL monitoring untuk memantau database MySQL yang berjalan di server. Diasumsikan MySQL telah terpasang dan berjalan dengan normal.
- Buat user khusus MySQL yang digunakan untuk keperluan monitoring:
CREATE USER 'site24x7_monitor'@'localhost' IDENTIFIED BY '7I8XxAnRZb1ws';
GRANT PROCESS, REPLICATION CLIENT, SHOW DATABASES ON *.* TO 'site24x7_monitor'@'localhost'
GRANT SELECT ON performance_schema.* TO 'site24x7_monitor'@'localhost'
FLUSH PRIVILEGES;
- Pastikan Python 3 dan dependensi yang dibutuhkan telah terpasang:
apt -y install python3-pip
pip install pymysql
- Download plugin MySQL Monitoring dari repository GitHub Site24x7:
mysql_monitoring.pymysql_monitoring.cfg
Repository: https://github.com/site24x7/plugins/tree/master/mysql_monitoring
- Edit file
mysql_monitoring.cfglalu sesuaikan konfigurasi koneksi MySQL dengan environment server Anda:
[MySQL]
host = localhost
port = 3306
username = site24x7_monitor
password = 7I8XxAnRZb1ws
logs_enabled = true
log_type_name = "Mysql General Logs"
log_file_path = "/var/log/myqld*.log, /var/log/mysql/*.log"
- Buat direktori plugin MySQL, lalu pindahkan file konfigurasi ke dalamnya:
mkdir -p /opt/site24x7/monagent/plugins/mysql_monitoring
mv mysql_monitoring.cfg /opt/site24x7/monagent/plugins/mysql_monitoring/
Pastikan file mysql_monitoring.py juga berada di direktori yang sama.
- Jalankan perintah berikut untuk memastikan plugin dapat terhubung ke database MySQL:
python3 mysql_monitoring.py \
--host="localhost" \
--port="3306" \
--username="user" \
--password="7I8XxAnRZb1ws"
- Jika tidak muncul error pada output command, plugin MySQL seharusnya akan otomatis muncul di dashboard Site24x7.
Jika terjadi error saat menjalankan plugin, coba edit file mysql_monitoring.py pada bagian shebang dari:
#!/usr/bin/python
menjadi:
#!/usr/bin/python3
Sesuaikan dengan path Python yang tersedia di server Anda.